SUZUKI

0822 5708 2325


BBM:

Berita

Mengenal Bagian-Bagian Rak Swalayan dan Fungsi Setiap Komponennya

 

Kalau melihat rak swalayan dari luar, mungkin yang terlihat hanya susunan ambalan dengan produk yang tertata di atasnya. Padahal, satu unit rak terdiri dari beberapa bagian yang saling mendukung. Setiap komponen memiliki fungsi masing-masing, mulai dari menopang struktur rak, menjadi tempat meletakkan produk, sampai membantu produk tetap tertata di atas ambalan. Mengenal bagian-bagian rak swalayan penting dilakukan, terutama ketika sedang memilih rak untuk toko. Dengan mengetahui nama dan fungsi setiap komponennya, pemilik toko tidak hanya melihat rak dari bentuk atau ukurannya saja, tetapi juga bisa memahami bagian mana yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan display. Berikut beberapa komponen yang umum terdapat pada rak swalayan.

1.    Tiang Rak sebagai Penopang Utama

Tiang merupakan bagian vertikal yang menjadi salah satu struktur utama pada rak swalayan. Bagian ini menjadi tempat terpasangnya beberapa komponen rak lainnya sehingga susunan rak dapat berdiri dengan kokoh. Selain menopang struktur rak, tiang juga berhubungan dengan pengaturan posisi shelving. Karena itu, keberadaan tiang bukan hanya berfungsi sebagai bagian yang membuat rak berdiri, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk susunan display. Pada rak swalayan, tiang biasanya menjadi bagian yang paling mudah dikenali karena berada di sisi kanan dan kiri rak.

2.    Backmesh untuk Bagian Belakang Rak

Backmesh merupakan bagian berupa jaring atau wire mesh yang ditempatkan pada bagian belakang rak. Komponen ini membuat bagian belakang rak terlihat lebih tertutup sekaligus memberikan tampilan yang lebih rapi. Backmesh juga membantu membentuk keseluruhan struktur rak sehingga area display tidak terlihat seperti susunan ambalan yang berdiri sendiri. Dalam penggunaannya, backmesh dapat menjadi pilihan untuk rak swalayan yang ingin mempertahankan tampilan bagian belakang yang tetap terlihat memiliki pola wire mesh.

3.    Shelving Atas sebagai Ambalan Tempat Menata Produk

Shelving atas adalah ambalan yang digunakan untuk menempatkan produk pada bagian-bagian atas rak. Jumlah dan posisi shelving dapat disesuaikan dengan kebutuhan penataan barang. Keberadaan shelving membuat ruang vertikal pada rak bisa dimanfaatkan. Produk tidak hanya diletakkan pada satu tingkat, tetapi dapat disusun menjadi beberapa tingkat sehingga kapasitas area display menjadi lebih maksimal. Namun, penempatan shelving juga perlu disesuaikan dengan jenis produk. Produk yang berukuran tinggi tentu membutuhkan jarak antarambalan yang berbeda dengan produk berukuran kecil. Karena itu, susunan shelving sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan jumlah ambalan, tetapi juga jenis barang yang akan dipajang.

4.    Shelving Dasar sebagai Bagian Ambalan Paling Bawah

Selain shelving atas, terdapat shelving dasar yang berada di bagian paling bawah rak. Sesuai namanya, bagian ini menjadi dasar tempat produk dapat diletakkan. Shelving dasar memiliki peran penting karena area paling bawah tetap bisa dimanfaatkan untuk display. Produk tidak harus berhenti pada ambalan-ambalan di bagian atas saja. Dalam penataan swalayan, shelving dasar juga membantu membuat keseluruhan rak terlihat lebih lengkap. Area bawah rak yang kosong bisa dimanfaatkan untuk produk tertentu, terutama barang yang ukurannya lebih besar atau produk yang memang lebih sesuai ditempatkan pada bagian bawah.

5.    Braket untuk Menopang Shelving

Shelving tidak dapat berdiri sendiri pada tiang. Di sinilah braket memiliki peran. Braket merupakan komponen yang digunakan untuk menopang shelving agar dapat terpasang pada struktur rak. Dengan adanya braket, ambalan dapat ditempatkan pada posisi yang dibutuhkan dan digunakan sebagai tempat meletakkan produk. Walaupun ukurannya relatif kecil dibandingkan shelving atau tiang, braket tetap menjadi bagian penting dari rak. Tanpa komponen pendukung seperti ini, susunan shelving tidak dapat terpasang sebagaimana mestinya. Jadi, ketika melihat ambalan pada rak swalayan, ada komponen lain yang bekerja di baliknya untuk menopang posisi ambalan tersebut.

6.    Price Card untuk Informasi Harga

Di area display swalayan, produk bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Informasi harga juga perlu ditempatkan dengan jelas agar pelanggan dapat mengetahui harga produk yang sedang dilihat. Price card merupakan bagian yang digunakan sebagai tempat informasi harga pada rak. Komponen ini membantu area harga terlihat lebih teratur dan memudahkan informasi harga ditempatkan di dekat produk. Perlu dibedakan antara price card dan label harga. Price card merupakan bagian atau tempat untuk menampilkan informasi harga, sedangkan label harga adalah informasi atau tulisan harga yang ditempatkan pada area tersebut. Dengan adanya price card, area bawah shelving tidak hanya menjadi bagian dari rak, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu memberikan informasi kepada pelanggan.

7.    Stopper untuk Menjaga Produk Tetap pada Tempatnya

Saat produk disusun di atas shelving, tentu ada kemungkinan barang bergeser, terutama ketika ambalan berada dalam posisi tertentu atau produk sering diambil dan dikembalikan oleh pelanggan. Stopper digunakan untuk membantu menahan produk agar tidak mudah bergeser atau jatuh dari bagian depan shelving. Komponen ini mungkin terlihat sederhana, tetapi keberadaannya cukup membantu dalam menjaga tampilan produk tetap rapi. Produk yang terus bergeser tentu membuat rak lebih cepat terlihat berantakan, sehingga stopper dapat menjadi salah satu bagian yang mendukung kerapian area display.

Kalau diperhatikan, setiap bagian pada rak swalayan sebenarnya memiliki tugas yang berbeda. Tiang menjadi bagian struktur utama. Backmesh melengkapi bagian belakang rak. Shelving atas dan shelving dasar menjadi area untuk menempatkan produk. Braket membantu menopang shelving. Price card digunakan untuk area informasi harga, sedangkan stopper membantu menjaga produk tetap berada pada posisinya.

Artinya, rak swalayan bukan hanya soal ambalan tempat barang ditaruh. Ada beberapa komponen yang bekerja bersama agar rak dapat digunakan sebagai area display yang fungsional. Hal ini juga menjadi alasan mengapa saat memilih rak swalayan, penting untuk memahami komponennya terlebih dahulu. Dengan begitu, kebutuhan rak bisa dibicarakan dengan lebih jelas, termasuk jumlah ambalan, susunan display, hingga bagian pendukung yang diperlukan.

Mengenal komponen rak akan membantu pemilik toko membayangkan seperti apa rak yang nantinya digunakan. Misalnya, jenis produk yang akan dipajang bisa memengaruhi kebutuhan jumlah dan posisi shelving. Kondisi area toko juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan ukuran serta susunan rak. Selain itu, ketika ingin melakukan penyesuaian atau custom rak, pemilik toko akan lebih mudah menjelaskan bagian yang dibutuhkan. Tidak hanya mengatakan ingin “rak swalayan”, tetapi bisa membicarakan komponen dan kebutuhan display dengan lebih spesifik. Pada akhirnya, rak yang terlihat sederhana dari luar ternyata memiliki beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda. Ketika setiap komponennya dipahami, proses memilih dan menyesuaikan rak untuk kebutuhan toko pun menjadi lebih mudah.

Sintech Rakindo menyediakan rak swalayan dengan berbagai pilihan dan kebutuhan display yang dapat disesuaikan. Untuk informasi produk dan kebutuhan rak swalayan, Anda dapat menghubungi Sintech Rakindo di 0822-5708-2325.