Saat menata area
swalayan, perhatian biasanya lebih banyak diberikan pada pemilihan rak gondola,
jumlah shelving, atau kapasitas rak. Padahal, ada satu bagian yang tidak kalah
penting, yaitu gangway atau jarak antar rak. Gangway merupakan jalur yang
digunakan pengunjung untuk berjalan dan memilih produk di antara rak gondola.
Jika jaraknya terlalu sempit, area swalayan bisa terasa sesak dan pengunjung
menjadi kurang leluasa saat mengambil produk. Sebaliknya, jika gangway dibuat
terlalu lebar, ruang yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk area display
justru menjadi kurang maksimal. Karena itu, menentukan lebar gangway perlu
dilakukan sejak awal saat merencanakan penataan rak gondola.
Sebagai patokan awal,
lebar gangway sebaiknya minimal 80 cm. Ukuran ini dapat menjadi batas dasar
agar masih tersedia ruang yang cukup bagi pengunjung untuk berjalan dan
mengakses produk di rak gondola. Namun, angka 80 cm bukan berarti semua gangway
di dalam swalayan harus dibuat sama persis. Kondisi ruangan, ukuran rak
gondola, jumlah pengunjung, serta karakter produk yang dijual tetap perlu
diperhatikan. Misalnya, area swalayan yang cukup ramai tentu membutuhkan jalur
yang lebih leluasa dibandingkan area dengan aktivitas pengunjung yang lebih
sedikit. Jadi, 80 cm bisa digunakan sebagai batas minimal, kemudian disesuaikan
lagi dengan kondisi area swalayan.
Saat mengatur layout,
terkadang perhatian hanya tertuju pada ukuran rak gondola. Padahal, rak tidak
berdiri sendiri. Setelah menentukan lebar shelving, masih ada ruang yang perlu
disediakan untuk jalur pengunjung. Sebagai contoh, jika beberapa rak gondola
diletakkan berhadapan, maka jarak antara kedua rak tersebut harus dihitung
sebagai gangway. Jangan sampai ukuran rak sudah sesuai, tetapi jarak di
antaranya terlalu sempit. Hal sederhana seperti ini sebaiknya sudah dipikirkan
sebelum rak gondola ditempatkan secara permanen.
Rak gondola yang terlalu
berdekatan memang dapat membuat lebih banyak area terisi produk. Namun, terlalu
banyak rak dalam satu ruangan tidak selalu membuat penataan menjadi lebih
efektif. Gangway yang sempit dapat membuat pengunjung kesulitan ketika ingin
berhenti untuk melihat produk. Apalagi jika ada lebih dari satu orang yang
berada di jalur yang sama. Pengunjung juga membutuhkan ruang untuk berpindah
dari satu bagian rak ke bagian lainnya tanpa harus merasa terlalu berhimpitan.
Karena itu, jumlah rak gondola sebaiknya tidak hanya dihitung dari berapa
banyak rak yang bisa masuk ke dalam ruangan, tetapi juga dari berapa banyak
ruang yang masih tersisa untuk jalur pengunjung.
Lebar gangway juga
berkaitan dengan posisi rak gondola. Rak yang disusun sejajar akan menghasilkan
jalur yang berbeda dibandingkan rak yang ditempatkan dengan susunan tertentu
mengikuti bentuk ruangan. Untuk swalayan dengan ruangan yang memanjang,
misalnya, susunan rak gondola yang rapi dan sejajar dapat membantu membentuk
jalur yang lebih jelas. Sementara itu, jika bentuk ruangan tidak beraturan,
penempatan rak perlu disesuaikan agar tidak menciptakan sudut atau jalur yang
terlalu sempit. Jadi, menentukan gangway bukan hanya soal mengukur jarak antar
rak, tetapi juga melihat bagaimana rak gondola membentuk alur pergerakan di
dalam swalayan.
Tidak semua area dalam
swalayan memiliki aktivitas yang sama. Ada bagian yang biasanya digunakan untuk
mengambil produk dengan cepat, ada juga area yang membuat pengunjung lebih lama
memilih barang.
Area dengan produk yang sering
dibandingkan atau dipilih satu per satu sebaiknya memiliki ruang yang cukup
agar pengunjung tidak menghalangi jalur orang lain. Hal yang sama juga perlu
dipertimbangkan ketika ada area dengan produk berukuran besar atau produyang
membutuhkan lebih banyak ruang saat diambil dari shelving. Dengan begitu, lebar
gangway tidak hanya ditentukan berdasarkan ukuran ruangan, tetapi juga
berdasarkan aktivitas yang kemungkinan terjadi di sekitar rak gondola.
Memiliki ruangan yang
cukup luas memang memberikan lebih banyak pilihan dalam menempatkan rak
gondola. Namun, bukan berarti seluruh area harus diisi dengan rak. Menyisakan
ruang untuk gangway justru membantu membuat susunan swalayan terasa lebih
teratur. Pengunjung dapat melihat produk dengan lebih leluasa, sementara jalur
dari satu area ke area lainnya tetap jelas. Jika sejak awal perencanaan sudah
memperhitungkan gangway minimal 80 cm, penempatan rak gondola akan lebih mudah
disesuaikan tanpa harus membongkar layout setelah swalayan mulai digunakan.
Lebar gangway sebaiknya
tidak ditentukan sendiri. Ukuran tersebut perlu dipertimbangkan bersamaan
dengan ukuran rak gondola yang digunakan. Misalnya, rak gondola dengan shelving
yang lebih lebar tentu akan mengambil lebih banyak ruang dibandingkan shelving
yang lebih kecil. Jika ukuran gangway sudah ditentukan terlebih dahulu tanpa
menghitung ukuran rak, hasil akhirnya bisa berbeda dari yang direncanakan. Karena
itu, saat membuat layout swalayan, beberapa hal sebaiknya dihitung bersama,
seperti ukuran ruangan, panjang rak gondola, lebar shelvingjumlah rak gondola, posisi
rak single atau double, serta lebar gangway yang tersedia. Dengan
memperhitungkan semuanya sejak awal, rak gondola tetap bisa dimanfaatkan
sebagai area display tanpa mengorbankan ruang gerak pengunjung. Gangway minimal
80 cm dapat dijadikan patokan awal, tetapi kebutuhan sebenarnya tetap perlu
disesuaikan dengan kondisi dan layout masing-masing swalayan.
INFORMASI PEMESANAN RAK, AKSESORIS
RAK SERTA PERLENGKAPAN TOKO LAINNYA:
HUBUNGI 0822-5708-2325